pariwisata kabupaten jember

Dituduh Begal, Pengamen Benjut Dihajar Warga

  Dibaca : 580 kali
Dituduh Begal, Pengamen Benjut Dihajar Warga
BABAK BELUR a:
space ads post kiri

Gresik, Memo X Lantaran dituduh akan membegal pengguna jalan, seorang pengamen jalanan Vindi Maulana Putra (21) babak belur dihakimi massa.

Berawal dari pelaku yang merupakan warga Jl Raya Ketegan Barat no 2 RT 1 RW 1 Taman Sidoarjo ini, bersama temannya Denis Meilani, Senin (24/7/2017) pukul 19.30 Wib sedang ngopi di kawasan Kota Baru Driyorejo (KBD), Gresik. Setelah ngopi, mereka nongkrong di pertokoan City 9 Kota Baru Driyorejo (KBD).

Saat itu ada korban Rendra Oktaviantoro, pelajar asal Kupang Jaya 1/43 Desa Sono Kwijenan RT 01 RW 06 Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya, yang kos di Desa/Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik.

Bersama pacarnya, korban melintas dengan motor di depan motor yang dikendarai pelaku. Dianggap kurang menyenangkan, akhirnya pelaku menendang sepeda motor yang dinaiki korban dan pacarnya. Namun tidak terjatuh.

Sempat terjadi cek-cok mulut antara korban dan pelaku. Setelah itu, korban pergi meninggalkan pelaku dan berhenti di depan penjual burung depan pintu masuk perumahan KBD.

Karena kurang puas, kedua pelaku menghampiri korban dan terjadi perang mulut kembali. Namun bisa dilerai pemilik toko burung. Selanjutnya masing-masing pergi meninggalkan lokasi.

Saat pelaku akan pulang ke Surabaya, tidak disadari jika korban bersama temannya membuntuti. Maksudnya mereka mencari tahu siapa pelaku sebenarnya. Mereka menuju ke timur (arah Surabaya) dan mendahului pelaku di Jl Raya Cangkir dan berhenti di depan Indomaret Desa Bambe, Driyorejo.

Setelah di Indomaret Bambe, kedua pelaku mendatangi korban. “Opo’o koen durung puas ta? Koen jange ngajak opo…?,” kata Vindi Maulana Putra (21) sambil mengeluarkan senjata tajam berupa pedang dan mengacungkan ke korban. Melihat situasi demikian, korban berteriak minta tolong ke warga sekitar dengan perkataan “Begal”.

Teriakan korban didengar warga dan langsung mendatangi TKP. Melihat pelaku mengacungkan senjata tajam, warga geram dan menangkap mereka. Emosi warga tidak terbendung dan menghadiahkan bogem mentah ke pelaku.

Selanjutnya, kedua pelaku diamankan di Polsek Driyorejo berikut barang buktinya. Pelaku dijerat UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (gbr/zen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional