pariwisata kabupaten jember

Inkonsistensi Kurikulum Bikin Pendidikan Sulit Maju

  Dibaca : 263 kali
Inkonsistensi Kurikulum Bikin Pendidikan Sulit Maju
Guru besar Unesa, Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd, saat menjadi nara sumber dalam seminar nasional pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik, dengan tema "Pendidikan berkemajuan untuk semua". (dyo)
space ads post kiri
Guru besar Unesa, Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd, saat menjadi nara sumber dalam seminar nasional pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik, dengan tema "Pendidikan berkemajuan untuk semua". (dyo)

Guru besar Unesa, Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd, saat menjadi nara sumber dalam seminar nasional pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik, dengan tema “Pendidikan berkemajuan untuk semua”. (dyo)

Dengan ketidak konsistennya kurikulum pendidikan dituding menjadi salah satu penyebab pendidikan di Indonesia tak efektif. Hal ini seperti disampaikan Prof Dr Muchlas Samani MPd, guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat seminar nasional pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik.

Menurut Muchlas, kurikulum pendidikan di Indonesia yang kerap berubah membuat para pengajar kebingungan.

“Tidak bijak kalau kita melaksanakan satu model pembelajaran di Indonesia. Seperti di Papua, masih ada lulusan SMP belum lancar membaca. Jadi perlu sistem (Kurikulum) sendiri. Kalau satu sistem untuk semua itu susah. Kalau dalam kurikulum itu ada namanya sistem diferensiasi. Tidak diberlakukan sama,” kata Muchlas.

Dia menjelaskan, banyaknya pulau di Indonesia serta banyaknya perbedaan budaya, berpengaruh terhadap tidak meratanya kemampuan belajar dan mengajar. Alhasil, kemampuan anak didik dalam mengasah keterampilan juga akan berbeda.

“Jadi, sejak anak mulai SMA harus ada pengarahan dari guru. Misalnya, kemampuan anak ini pada kedokteran. Sehingga tidak perlu belajar banyak tentang ilmu bidang teknik,” imbuhnya.

Selain persoalan kurikulum, tidak adanya sumbangan wali murid ke sekolah negeri pasca terbentuknya tim saber pungli (sapu bersih pungutan liar) juga berpengaruh terhadap perkembangan sekolah.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa dengan munculnya tim saber pungli, Kemendikbud telah membuat payung hukum bagi guru dan kepala sekolah dalam pengembangan pendidikan.

“Dari payung hukum ini bisa ditindaklanjuti dengan peraturan wali kota dan peraturan Bupati, sehingga sekolah dalam mengembangkan pendidikan tidak khawatir terkena kasus hukum,” kata Hamid. (dyo/is/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional