pariwisata kabupaten jember

Bidan Gresik Dilatih Penanganan BBLR

  Dibaca : 345 kali
Bidan Gresik Dilatih Penanganan BBLR
PELATIHAN: Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim (tengah) seusai membuka pelatihan para bidan tentang BBLR
space ads post kiri

Gresik, Memo X – Para bidan di lingkungan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat pelatihan manajemen Asfiksia dan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dan Badan Diklat Provinsi Jawa Timur. Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa (16/5) di ruang Argo Lengis kantor Bupati Gresik dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim tersebut digelar dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan anak pada Dinas Kesehatan di kabupaten Gresik.

Melihat pentingnya kebutuhan anak sumber daya manusia (SDM) yang handal karena menyangkut pelayanan dan masyarakat luas, Wabup Qosim menjelaskan sangatlah tepat bila pengetahuan tentang penanganan terhadap anak ataupun balita sangat diperlukan. Terlebih dalam menekan Angka Kematian Bayi (AKB). “Dengan diadakannya pelatihan ini, kami yakin bahwa bidan nantinya mampu meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Wabup Qosim.

Wabup berharap peserta diklat agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan ini. Sehingga mampu menekan angka kejadian dan angka kematian bayi baru lahir akibat komplikasi seperti asfiksia, infeksi, hipotermi. Diharapkan juga terutama bidan di desa sebagai ujung tombak pelayanan yang mungkin menjumpai kasus BBLR) sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sesuai dengan kompetensi dan fasilitas yang tersedia.

“Bidan yang terampil dan kompeten dalam manajemen BBLR diharapkan dapat menangani kasus BBLR dengan baik dan benar serta dapat menyebarkan pengetahuannya kepada keluarga mengenai penanganan BBLR menggunakan cara yang mudah,” tambahnya.

Selain itu, Wabup Qosim juga menekankan dengan pelatihan yang digelar ini semua bidan bilamana mendapatkan kasus Asfiksia dan BBLR di tempat tugas masing-masing, langkah yang akan dilakukan harus sesuai dengan SOP dam ketentuan yang sudah didapatkan dalam pelatihan.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol pemkab Gresik Suyono menjelaskan, pelatihan yang diikuti para bidan ini mendatangkan narasumber dari Badan Diklat Provinsi Jawa Timur. “Beliau adalah Nawang Ardiani selaku Kabid Diklat Kopmpetensi Teknis Badan Diklat Povinsi Jawa Timur,” kata Suyono. (Moh/zen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional