pariwisata kabupaten jember

Berbekal HP Jadul, Bisa Berselancar di Dunia Maya

  Dibaca : 448 kali
Berbekal HP Jadul, Bisa Berselancar di Dunia Maya
PROMOSI: Andri Bagus Sugiarto, penyandang tuna netra sedang memijat konsumen. Mereka memanfaatkan Hp untul promosi usahanya.
space ads post kiri

# Penyandang Tuna Netra Manfaatkan Medsos untuk Promosi

Gresik, Memo X – Apa jadinya ketika seorang tukang pijat tuna netra mampu bersosial media layaknya orang normal pada umumnya. Seperti halnya mempunyai akun Facebook, Twitter, WhatsApp. Bahkan bisa bebas berselancar di dunia maya tanpa batas.

Dia adalah Andri Bagus Sugiarto (25), seorang pemuda yang mempunyai keterbatasan dalam pengihatan, namun bisa menguasai dan memaksimalkan gadget jadul miliknya untuk bersosial media. Pemuda asal warga Perumahan Giri Asri Blok F nomer 7, Kecamatan Kebomas, Gresik ini mengatakan, untuk berkomunikasi melalui media sosial, dirinya memakai hanphone jadul merk Nokia E63 yang sudah tidak diproduksi. Ini lantaran di dalam alat komunikasi tersebut terdapat fitur yang bisa berguna bagi penyandang disabilitas seperti dirinya.

Bahkan hal tersebut membuat Wartawan Memo X yang penasaran dengan cara bersosial media tukang pijat ini lalu coba menghubungi melalui akun Facebooknya “Andri Pijat Tunanetra” untuk bertemu dengannya. Kurang dari 5 menit, akun Facebook milik suami dari Hanim Muzayanah (27) yang juga tunanetra ini langsung membalas dan bersedia bertemu.

Tepat, di rumah berukuran 2×10 meter milik kakaknya, pasangan tunanetra satu anak ini membuka praktek pijat, terlihat sebuah banner Jasa Pijat menempel pada pagar rumahnya.

Bahkan, sesaat hendak memanggil sang empu rumah, ternyata lebih dulu membukakan pintu. Dengan meraba raba pagar, sambil tersenyum Andri pun mempersilahkan Gilang (wartawan Memo X.red) masuk. Ketika memasuki rumahnya, terdapat sebuah ranjang khusus pijat berwarna putih serta dengan kelambu berwarna merah sebagai penutupnya.

Ketika diwawancarai langsung, Andri menjelaskan bahwa dirinya tinggal di rumah bersama dengan istri dan seorang anaknya. Lalu Gilang menjelaskan bahwa sebelumnya sudah janjian dengannya melalui akun medsos Facebook dan Andri nampaknya sudah tahu. “Saya tadi sudah baca pesan melalui HP ini dan langsung saya balas,” kata Andri, Kamis (18/5).

Tak hanya itu, Andri mengatakan bahwa kemampuannya dalam memainkan HP jadul ber-keypad qwerty ini sejak tahun 2010 lalu dengan sebuah aplikasi yang bisa mengubah sebuah tulisan menjadi suara yang hanya mampu didengar dan dipahami olehnya.

Karena penasaran, wartawan koran ini pun meminta Andri untuk mempraktekkannya secara langsung memakai HP jadul miliknya. Dengan cekatan, dia langsung memencet banyak tombol tombol. Bahkan, dengan hanya membuka aplikasi dan akun Facebook miliknya, Andri mengubah semua tulisan yang ada pada layar HP ini menjadi suara aneh dan lebih terdengar seperti robot.

“Di dalam HP ini ada aplikasi bernama Nuance yang sangat membantu saya dalam bersosial media layaknya jendela dunia bagi saya yang memiliki kekurangan,” terang Andri.

“Untuk suara robot ini sendiri sebenarnya adalah suara orang normal dengan dialek Inggris, namun saya percepat,” tambahnya.

“Jadi pada saat kita membuka sebuah halaman pada HP ini, apabila tombol analog kita pencet ke bawah langsung secara otomatis akan bersuara persis seperti apa yang dituliskan termasuk pada saat bersosial media maupun saat berselancar di dunia maya,” ujarnya.

Selain itu, Andri pun kemudian bercerita terkait suka duka dirinya saat memakai alat yang sangat membantunya dalam promosi pekerjaannya di sosmed dengan membuat postingan jasa pijatnya.

“Pernah suatu saat ada seorang laki laki yang meminta jasa saya untuk pijit di rumahnya melalui Facebook, saya terima dan saya datang, sesampai di rumahnya saya dipersilahkan masuk dan yang akan di pijat ini sudah siap namun anehnya ternyata yang ingin dipijat ini telanjang bulat, dan saya menolaknya dan menyuruhnya memakai celana dan disanggupi. Namun keanehan terjadi lagi saat ternyata dia meminta untuk memijat Alat Vitalnya. Saya langsung menolak dan mending memutuskan untuk langsung pulang,” cerita Andri.

Dari usaha pijatnya ini Andri dapat memperoleh penghasilan lumayan untuk sekali pijat dengan tarif 50rb rupiah per orang 1 jam.

“Langganan saya sudah lumayan banyak karena saya sering mempromosikan jasa pijat saya pada grup grup sosial media di Gresik,” pungkasnya. (gbr/zen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional