pariwisata kabupaten jember

Bupati Sumenep: Ramadan adalah Bulan Produktifitas

  Dibaca : 265 kali
Bupati Sumenep: Ramadan adalah Bulan Produktifitas
Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busryo Karim, M.Si saat memberikan sambutan
space ads post kiri

#Tidak Ada Alasan Bermalas-malas

Sumenep, Memo X – Hikmah Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk melakukan siraman rohani bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan siraman rohani dilaksanakan tidak lain untuk mengisi bahan bakar spiritual, yang bertempat di Gedung Korpri, Jumat (02/06) kemarin.

Kegiatan juga dihadiri antara lain Wakil Bupati Sumenep, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), Sekretaris Daerah dan para asisten, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Sumenep.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumenep A Buya Busyro Karim mengajak ASN agar tidak malas kerja. Karena, rentan di bulan puasa dijadikan alasan bagi ASN untuk kurang semangat bekerja. Padahal, Ramadan adalah bulan produktifitas.“Jangan jadikan bulan Ramadan sebagai bulan bermalasan. Ramadan adalah bulan produktifitas, baik produktifitas pahala maupun produktifitas kerja,” ajak Bupati Sumenep, A Buya Busyro Karim kemarin.

Menurutnya, semakin giat ASN bekerja akan semakin meningkat pula pahala yang kita raih dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sehingga, sambung busyro pelayanan kepada masyarakat yang diberikan oleh ASN tidak boleh mengendur pada Ramadan ini.

Selain itu, pada bulan yang penuh berkah ini ASN harus benar-benar dapat menjaga nama baik citra Pemkab. Dari hasil razia yang dilakukan oleh Satpol PP dua hari lalu, ternyata, warung makan banyak buka dan melayani pembeli yang tidak berpuasa. ” Jangan sampai nanti ada ASN di Sumenep malah mengajari masyarakat tidak berpuasa, kalaupun misalnya ASN yang tidak berpuasa, berbukalah di rumah jangan ruang public,” ujarnya.

Orang nomer satu di Pemkab Sumenep itu juga mengajak terhadap para ASN agar meningkatkan kesalehan baik pribadi maupun sosial. Keduanya harus berjalan beriringan. ”Kita tidak diperbolehkan hanya mementingkan ibadah sosial dan melupakan kesalehan individu. Kedua ibadah tersebut merupakan kesatuan yang terpadu,” pungkasnya. (liq/ono)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional