pariwisata kabupaten jember

Warga Tuntut Pemasangan Pipa Pertamina Gas Dibongkar

  Dibaca : 361 kali
Warga Tuntut Pemasangan Pipa Pertamina Gas Dibongkar
space ads post kiri

# Diduga Salahi Spek

Gresik, Memo X – Diduga tidak sesuai rencana spisifikasi awal, penanaman pipa gas di sepanjang jalan Desa Kedanyang arah Desa Banjarsari yang diketahui milik Pertamina Gas, warga Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas meminta rekondisi jalan kabupaten pasca dipendam pipa.

Warga minta agar jalan kembali dibongkar. Demikian juga plengsengan yang telah dikerjakan juga harus dibongkar. Sebab, speknya juga dianggap tidak sesuai. “Saya sudah surati Kepala DPU TR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Bambang Isdianto. Saya minta agar rekondisi dibongkar karena tidak sesuai spek,” kata Kepala Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas, Al Muah, Rabu (7/6).

Menurut ia, sesuai dengan kesepakatan awal, teknis rekondisi jalan pasca pemendaman pipa Pertamina Gas, tanah asal jalan dikeruk semua. Kemudian, dikasih limeston. Setelah itu baru dikasih terpal, dan baru dikeraskan.

Fakta di lapangan tidak seperti itu. Jalan setelah dipendam pipa, tanah jalan yang berupa tanah liat dikembalikan. “Sehingga, saat hujan jalan menjadi bletok,” ungkapnya.

Sementara untuk plengsengan, kata Al Muah bangunan yang sudah rampung dikerjakan harus dibongkar total. “Kami juga minta agar plengsengan yang sudah dikerjakan dibongkar dan dibangun ulang,” terangnya.

Al Muah juga mengaku tidak mengizinkan pemasangan pipa gas di wilayahnya dilanjutkan, meski pihak PT.WIKA selaku pelaksana proyek sudah kantongi izin seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan). “Saya tak mengizinkan pemasangan pipa Pertamina Gas dilanjutkan kalau kompensasi warga kami yang terkena proyek tak diberikan,” pungkasnya.

Sementara Camat Kebomas, Sutrisno menyatakan, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto juga sangat marah ketika mendapatkan laporan kalau rekondisi jalan di Kedanyang pasca ditanam pipa, pengerjaannya tak sesuai spek.

Untuk itu, kata Sutrisno orang nomor satu di Pemkab Gresik ini meminta agar rekondisi jalan dibongkar dan dikerjakan ulang. “Pak Bupati saat kami lapori jalan setelah kena hujan bletok sangat marah. Ia minta jalan dikerjakan ulang,” katanya.

Bupati, tambah Sutrisno juga meminta agar penanaman pipa Pertamina Gas dihentikan dan meminta pelaksana menuntaskan semua kewajibannya. Kewajiban dimaksud seperti pemberian uang kompensasi atau tali asih kepada warganya yang terkena dampak proyek. “Kalau kompensasi warga tak diberikan saya juga tak mengizinkan pemasangan pipa dilanjutkan,” pungkas mantan Camat Menganti ini. (sgg/zen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional