pariwisata kabupaten jember

Diduga Mengalir ke Sejumlah Pejabat

  Dibaca : 364 kali
Diduga Mengalir ke Sejumlah Pejabat
SALAHI SPEK: Bekas galian pipa yang pekerjaan pengembalian tidak beres karena menyalahi.
space ads post kiri

# Inspektorat Diminta Usut Dugaan Uang Pelicin Ratusan Juta Terkait Penanaman Pipa

Gresik, Memo X – Ditengarai ada uang pelicin (dana siluman) mengalir ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gresik terkait lancarnya pekerjaan penanaman pipa milik Pertamina Gas di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas hingga Desa Banjarsari Kecamatan Cerme. Tengara itu muncul karena dalam pengerjaan penanaman pipa dinilai tidak sesuai spek. Bahkan proyek kembali berjalan mulus meski sempat dihentikan oleh pihak Satpol PP. “Yang saya dengar ada uang siluman hingga Rp 300 juta yang lari ke sejumlah oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkup Pemkab Gresik yang berwenang atas pengurusan proyek pipa gas tersebut,” kata salah satu pejabat di lingkup Pemkab Gresik yang meminta agar namanya tidak dikorankan, Kamis, (8/6).

“Bahkan, masalah itu dibahas dalam rapat one week Selasa (6/6) kemarin dan Pak Bupati menyuruh Inspektorat mengusutnya,” terangnya.

Terkait isu tersebut, Kepala Inspektorat Pemkab Gresik Hari Suryono kepada wartawan Memo X membenarkan, bahkan saat ini pihaknya tengah menangani dugaan kasus tersebut. “Ada LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang lapor ke Inspektorat,” kata Hari saat di konfirmasi.

Selain itu Hari Suryono juga menjelaskan, untuk tahap awal, pihak Inspektorat akan membentuk tim yang bertugas memeriksa semua pihak terkait bocornya proyek tersebut. “Mula-Mula kami akan panggil pihak pelaksana dari PT. WIKA (Wijaya Karya) untuk dimintai keterangan terkait kebenaran adanya uang siluman ke oknum ASN atau pejabat,” jelasnya.

“Dan, kalau benar nantinya terkait ada aliran dana siluman, maka Inspektorat akan minta saksi dari pihak PT. WIKA untuk membuat surat pernyataan. Kalau sudah ada keterangan dari PT. WIKA dengan dikuatkan surat pernyataan itu, kami akan bergerak memeriksa oknum pejabat atau ASN dimaksud,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Hari Suryono, pihaknya telah meminta data ke DPU TR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) terkait prosedur pengurusan utilitas proyek tersebut. “Kami juga akan minta data prosedur pengurusan izin di BPTSP (Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu),” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Kebomas Sutrisno, selaku pemangku wilayah yang dilalui proyek itu mengakui sempat kaget saat dikonfirmasi terkait isu tersebut. Namun berawal dari isu itu pihaknya pernah mendengar desas-desus adanya dana siluman itu. Namun, ia memastikan pihak Kecamatan Kebomas tidak kecipratan dana tersebut. “Benar saya tidak tahu,” kata Sutrisno.

Hal senada juga dikatakan pihak Dispol PP (Dinas Satuan Polisi Pamong Praja). OPD yang menghentikan pemasangan pipa Pertamina Gas di sepanjang Desa Banjarsari-Kedanyang-Prambangan ini juga tidak tahu menahu soal dana siluman Rp 300 juta. “Kami tidak tahu,” kata Kepala Bidang Pembinaan Umum dan Perlindungan Masyarakat Dispol PP Pemkab Gresik Agung Endro.

“Dispol PP, hingga Rabu (7/6) kemarin belum mencabut segel penghentian pemasangan pipa Pertamina gas di Desa Kedanyang,” terangnya. Sayangnya sampai berita ini diturunkan, setelah wartawan mencoba menghubungi ke beberapa nomer heandphond milik PT. WIKA terkait dana siluman tersebut tidak tersambungkan alias bungkam. (sgg/zen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional