pariwisata kabupaten jember

Merasa Dikadali, Warga Kedanyang Gelar Demo

  Dibaca : 541 kali
Merasa Dikadali, Warga Kedanyang Gelar Demo
STOP: Warga Kedanyang saat menggelar demo, minta pengerjaan proyek penanaman pipa Pertamina Gas distop.
space ads post kiri

# Stop Pengerjaan Proyek Pipanisasi Ilegal

Gresik, Memo X – Dugaan menyalahi aturan, pengerjaan proyek pipa gas milik Pertamina Gas di sepanjang jalan Desa Kedanyang arah Desa Banjarsari semakin mengerucut. Pasalnya ratusan warga yang terkena dampak proyek tersebut sepakat menghentikan aktivitas tersebut dalam bentuk apapun sebelum pihak pengerjaan menepati janjinya, Senin, (12/6).

Sambil membentangkan poster bertulisan “Hentikan Proyek Pipanisasi Tak Berizin (Bodong) ratusan warga tersebut juga menuntut fasilitas di kembalikan seperti semula. “Kami disini hanya memfasilitasi warga masyrakat di mana apa yang di janjikan pihak proyek hingga saat ini belum juga terealisasi. Dan terkait aksi demo warga menuntut itu sah sah saja dan memang itu faktanya,” ujar Novan, saat dikonfirmasi terkait demo tersebut.

Selain itu, dalam aksinya masyarakat juga menyampaikan bahwa proyek tersebut dikerjakan terkesan asal asalan tidak seperti apa yang disosialisasikan kepada masyarakat sebelum proyek berjalan.

“Pada waktu itu pihak proyek menyampaikan penanaman pipa akan ditanam di tepi jalan, kenyataan tidak, pipa malah ditanam di tengah jalan dan itupun terkesan asal asalan. Cara menutup pun hanya memakai tanah bekas galian kan gak bagus dan itu sangat membahayakan masyarakat di sekitar,” ujar Nur Arifin saat berorasi.

Selain itu Arifin juga menyampaikan. Adanya pohon pohon yang dilakukan penebangan oleh pihak proyek akan diganti. Namunsampai sekarang juga belum ada ganti, anehnya ketika salah satu warga menanyakan hal tersebut malah saling lempar.

“Jalan tersebut satu satunya jalan alternatif yang menghubungkan antara Kedanyang dan Banjarsari utuk menguraikan ketika ada kemacetan, nyatanya pengerjaanya pun sudah menyalahi aturan dengan apa yang disampaikan kepada masyarakan. Semua ini jelas warga sekitar yang terkena dampak langsung. Terus bagaimana kalau terus seperti ini,” tambahnya.

Sayangnya Muksin, salah satu pewakilan dari proyek tersebut saat dikonfirmasi belum bisa menjelasan, baik terkait pemasangan pipa yang diduga tidak sesuai aturan awal maupun terkait kompensasi warga pihaknya belum bisa menjelaskan.

Muksin hanya mengatakan, bahwa permasalahan ini menurutnya agak lama karena tumpang tindih. Selain itu pihaknya juga mengakui, lamanya berurusan dengan masyarakat hingga saat ini belum terealisasi juga masalah teknis. “Pemasalahan ini kami mengakuhi memang agak lama, dan nanti kita akan jelaskan semua. Soalnya disni kita hanya terima lahan, lahan kita kerjakan itu saja. Karena ini urusan teknis,” pungkas Muksin. (gbr/sgg/zen)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional